A. Identitas
Diri
Nama : Berlian Sari Pamungkas
NIM : 180210103071
Jurusan : P. MIPA
Prodi : Pendidikan Biologi
B. Identitas
Jurnal
Judul
Jurnal : Pengaruh
pemberian Filtrat Tauge Kacang Hijau terhadap
Histologi Hepar Mencit yang Terpapar MSG
Penulis : Essy Anggraeny,
Tjandrakirana, Nur Ducha
Nama
Jurnal : Lentera Bio
Berkata Ilmiah Biologi
Volume
dan Nomor : Volume 3 / Nomor 3
Halaman : 186 – 191
Tahun
Terbit : 2014
ISSN : 2252-3979
Waktu
Akses Jurnal : 09 September 2018 20:12
WIB
C. Isi
Jurnal
Monosodium
Glutamate (MSG) merupakan salah satu zat aditif yang paling banyak digunakan
sebagai penguat rasa masakan. Namun asupan MSG dalam jumlah besar dapat
menimbulkan gejala yang dikenal sebagai Chinese
Restaurant Syndrome. Asupan MSG dalam jumlah besar dapat merusak organ
hepar.
Usaha
paling sederhana adalah dengan mengurangi konsumsi bahan penyedap makanan,
khususnya MSG dan mulai mengkonsumsi minuman mengandung antioksidan yang
berasal dari tumbuhan dan diolah secara tradisional, yaitu kacang hijau. Kacang
hijau memiliki kandungan antioksidan seperti vitamin E dan vitamin C. Kombinasi
antara vitamin E dan vitamin C terbukti efektif dalam menangkal adanya radikal
bebas yang terkandung dalam tubuh.
Untuk
membuktikan keefektifan antioksidan dalam kacang hijau, maka dilakukan uji coba
dengan bahan mencit jantan (Mus musculus)
strain BALB/c, MSG murni 99%, tauge kacang hijau, dan pakan por lele.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 20 ekor
mencit jantan dengan berat badan rata – rata 25g umur 2 – 3 bulan. Perlakuan
diberikan selama 40 hari dan terdiri atas 5 kelompok perlakuan, setiap kelompok
perlakuan terdiri atas 4 ekor mencit. Pemberian bahan uji diberikan secara oral
dengan bantuan sonde. Dosis MSG yang
diberikan 4mg/0,5ml per hari selama 25 hari, selanjutnya pemberian filtrat
tauge kacang hijau diberikan dalam 3 dosis yang berbeda yakni dosis I 2ml,
dosis II 2,5ml, dan dosis III 3ml selama 15 hari. Setelah 47 hari perlakuan,
mencit dibius dengan menggunakan chloroform, dibedah dan diambil organ
heparnya. Organ hepar kemudian dimasukkan ke dalam larutan formalin 10%,
ditimbang dan difiksasi di dalam larutan boiun, kemudian dibuat preparat dengan
metode pewarnaan HE. Preparat diamati dengan mikroskop video dalam 3 lobulus
yang berbeda (tiap 1 lobulus dicari 100 sel) dalam satu lapang pandang dan
dinilai rerata tiap perlakuan dengan model Scoring
histopathology Manja Roenigk. Jenis kerusakan sel hepar yang diamati meliputi
degenerasi dan nekrosis.
Dari
hasil penelitian, kerusakan terparah akibat pemberian MSG pada percobaan adalah
pada kelompok kontrol sakit, baik sel yang mengalami degenerasi maupun
nekrosis. Sementara untuk kerusakan terkecil terdapat pada kelompok kontrol normal
dan perlakuan 3 (yang diberi dosis filtrat tauge kacang hijau 3ml). Sehingga
dapat disimpulkan bahwa pemberian filtrate tauge kacang hijau dapat memperbaiki
sel hepar mencit yang rusak akibat pengaruh pemberian MSG secara terus –
menerus. Dosis filtrate tauge kacang hijau paling baik dalam penelitian ini
adalah 3ml karena sudah bisa memberikan efek protektif bagi sel hepar.
D. Hal
Menarik yang didapat
Hal
menarik yang bisa didapat dari jurnal yaitu pengetahuan mengenai MSG yang tidak
baik bila dikonsumsi terus – menerus oleh tubuh, selain itu untuk menetralisir
kandungan MSG dalam tubuh maka perlu banyak mengkonsumsi kacang hijau karena
kacang hijau mengandung antioksidan seperti vitamin E dan vitamin C yang ampuh
menangkal adanya radikal bebas yang terkandung dalam tubuh.
E. Terminologi
1.
Sonde
: Pipa makanan / feeding tube
2.
Antioksidan
: Suatu zat yang dapat mencegah serta memperlambat proses oksidasi
3.
Tokoferol
: Senyawa organik dengan gugus fenol yang mengalami metilasi