Rabu, 12 September 2018

ANALISIS JURNAL


A.    Identitas Diri

Nama               : Berlian Sari Pamungkas
NIM                : 180210103071
Jurusan            : P. MIPA
Prodi               : Pendidikan Biologi

B.     Identitas Jurnal

Judul Jurnal                 : Pengaruh pemberian Filtrat Tauge Kacang Hijau terhadap
                                      Histologi Hepar Mencit yang Terpapar MSG
Penulis                         : Essy Anggraeny, Tjandrakirana, Nur Ducha
Nama Jurnal                : Lentera Bio Berkata Ilmiah Biologi
Volume dan Nomor    : Volume 3 / Nomor 3
Halaman                      : 186 – 191
Tahun Terbit               : 2014
ISSN                           : 2252-3979
Waktu Akses Jurnal    : 09 September 2018 20:12 WIB

C.    Isi Jurnal

Monosodium Glutamate (MSG) merupakan salah satu zat aditif yang paling banyak digunakan sebagai penguat rasa masakan. Namun asupan MSG dalam jumlah besar dapat menimbulkan gejala yang dikenal sebagai Chinese Restaurant Syndrome. Asupan MSG dalam jumlah besar dapat merusak organ hepar.
Usaha paling sederhana adalah dengan mengurangi konsumsi bahan penyedap makanan, khususnya MSG dan mulai mengkonsumsi minuman mengandung antioksidan yang berasal dari tumbuhan dan diolah secara tradisional, yaitu kacang hijau. Kacang hijau memiliki kandungan antioksidan seperti vitamin E dan vitamin C. Kombinasi antara vitamin E dan vitamin C terbukti efektif dalam menangkal adanya radikal bebas yang terkandung dalam tubuh.
Untuk membuktikan keefektifan antioksidan dalam kacang hijau, maka dilakukan uji coba dengan bahan mencit jantan (Mus musculus) strain BALB/c, MSG murni 99%, tauge kacang hijau, dan pakan por lele. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 20 ekor mencit jantan dengan berat badan rata – rata 25g umur 2 – 3 bulan. Perlakuan diberikan selama 40 hari dan terdiri atas 5 kelompok perlakuan, setiap kelompok perlakuan terdiri atas 4 ekor mencit. Pemberian bahan uji diberikan secara oral dengan bantuan sonde. Dosis MSG yang diberikan 4mg/0,5ml per hari selama 25 hari, selanjutnya pemberian filtrat tauge kacang hijau diberikan dalam 3 dosis yang berbeda yakni dosis I 2ml, dosis II 2,5ml, dan dosis III 3ml selama 15 hari. Setelah 47 hari perlakuan, mencit dibius dengan menggunakan chloroform, dibedah dan diambil organ heparnya. Organ hepar kemudian dimasukkan ke dalam larutan formalin 10%, ditimbang dan difiksasi di dalam larutan boiun, kemudian dibuat preparat dengan metode pewarnaan HE. Preparat diamati dengan mikroskop video dalam 3 lobulus yang berbeda (tiap 1 lobulus dicari 100 sel) dalam satu lapang pandang dan dinilai rerata tiap perlakuan dengan model Scoring histopathology Manja Roenigk. Jenis kerusakan sel hepar yang diamati meliputi degenerasi dan nekrosis.
Dari hasil penelitian, kerusakan terparah akibat pemberian MSG pada percobaan adalah pada kelompok kontrol sakit, baik sel yang mengalami degenerasi maupun nekrosis. Sementara untuk kerusakan terkecil terdapat pada kelompok kontrol normal dan perlakuan 3 (yang diberi dosis filtrat tauge kacang hijau 3ml). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian filtrate tauge kacang hijau dapat memperbaiki sel hepar mencit yang rusak akibat pengaruh pemberian MSG secara terus – menerus. Dosis filtrate tauge kacang hijau paling baik dalam penelitian ini adalah 3ml karena sudah bisa memberikan efek protektif bagi sel hepar.

D.    Hal Menarik yang didapat

Hal menarik yang bisa didapat dari jurnal yaitu pengetahuan mengenai MSG yang tidak baik bila dikonsumsi terus – menerus oleh tubuh, selain itu untuk menetralisir kandungan MSG dalam tubuh maka perlu banyak mengkonsumsi kacang hijau karena kacang hijau mengandung antioksidan seperti vitamin E dan vitamin C yang ampuh menangkal adanya radikal bebas yang terkandung dalam tubuh.

E.     Terminologi

1.      Sonde : Pipa makanan / feeding tube
2.      Antioksidan : Suatu zat yang dapat mencegah serta memperlambat proses oksidasi
3.      Tokoferol : Senyawa organik dengan gugus fenol yang mengalami metilasi